Review
Dongeng Negeri Bulan

Dongeng Negeri Bulan

Roda kehidupan tanpa disadari telah menguasai hidup seseorang. Roda tersebut berjalan seiring waktu; mencapai kecepatan tinggi yang tak terhingga rasanya, namun ada kalanya melambat dan mencapai titik terendahnya. Kebahagian dan kegembiraan tercapai, namun dalam sekejap kesedihan dan kegundahan dapat juga meresap ke dalam tubuh menggantikannya.

Cepat  atau lambat, dalam hitungan waktu … dapat berganti, bergulir, bergantian datang dan pergi

 

Kehidupan

Cepat  atau lambat, dalam hitungan waktu, sebuah kehidupan dapat berganti …,

berubah menjadi lebih baik atau sebaliknya, kejadian yang tidak diharapkan datang bergulir tanpa diundang, merongrong, menggerogoti jalannya hidup. Roda kehidupan tanpa disadari telah menguasai hidup seseorang. Roda tersebut berjalan seiring waktu; mencapai kecepatan tinggi yang tak terhingga rasanya, namun ada kalanya melambat dan mencapai titik terendahnya. Kebahagian dan kegembiraan tercapai, namun dalam sekejap kesedihan dan kegundahan dapat juga meresap ke dalam tubuh menggantikannya.

Kejadian-kejadian bergulir, bergantian datang dan pergi. Kejadian demi kejadian menjadi pelajaran. Pelajaran menjadi bekal akan hidup di waktu yang datang untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Rintangan dan kesulitan berubah menjadi tantangan. Tantangan terselesaikan dengan jalan dan keputusan pilihan. Perkenalan menjadi pertemanan. Teman menjadi sahabat. Lambat laun menjadi layaknya bagian dari anggota keluarga dari keluarga yang memang sudah dimiliki. Anggota keluarga membesar, sekaligus dunia yang dikenal pun meluas, melampaui batas.
Bukan antara baik dan buruk, bukan antara pahlawan dan penjahat dan bukan antara benar dan salah. Namun segalanya berjalan berdampingan dan bergantian dalam sebuah perjalanan kehidupan.

 

… Bahwa jarum jam tidak bergerak lagi: tetapi suara tik-tik masih terdengar dari jam tua itu. Themistokles membuka pintu jam tua itu, masuk ke dalam dan menghilang. Kim menggosok-gosok matanya. Dengan hati-hati ia mengulurkan tangannya dan memegang pendel jam itu dan menyentuh dinding kayu di belakangnya.

“Tidak Kim“, bisik Themitoskles di dalam kepalanya. “Jalan ke Dongen Negeri Bulan di sini tidak untukmu.“

 

Dunia Nyata dan Negara Bayang-Bayang

Kim, remaja laki-laki dan musibah yang menimpa keluarganya; tiba-tiba datang tak diundang. Rebekka, adik perempuan Kim terbaring koma di rumah sakit, setelah menjalani sebuah operasi. Itulah berita yang disampaikan Ayah dan Ibu kepada Kim pada suatu hari. Sejak itu hanya ketidakpastian, kesedihan dan kegundahan memenuhi keseharian Kim, hingga pertemuannya dengan seorang laki-laki tua, Themistokles. Di cafee, rumah sakit, dan di kamar tidurnya. Darinya, Kim mengetahui bahwa Rebekka melampaui batas ‘Dongeng Negeri Bulan’ dan telah menginjakkan kakinya di daerah ‘Pegunungan Bayang-Bayang’, Dunia Kegelapan. Berakhir dengan ditawannya Rebekka di salah satu penjara Boraas, Sang Penguasa Negeri Bayang-Bayang.

Siapakah yang dapat menyelamatkan Rebekka?
Mampukah Kim?

Tak mudah Kim mencapai kerajaan Boraas. Perjalanan panjang harus ditempuhnya dan kesabaran yang kuat harus dimilikinya. Bukan keberhasilan saja yang ia dapati, ketakutan, ketidakpastian dan keputusasaan pun telah menyambangi Kim. Rintangan demi rintangan melawan Ksatria Hitam – Morgon ia hadapi, sekaligus pertemuan dengan kawan-kawan barunya; Ado, putra Sang Raja Lautan, Gorg, Si Raksasa, Kelhim Si Beruang dan Pangeran Padang Ilalang. Sebuah pertemuan yang membuahkan persahabatan erat dan kesetiaan kepada Tim dalam perjalanan penyelamatan Rebekka.

Alur Cerita, Karakter dan Alih Bahasa

Hohlbein mempertemukan dunia nyata dan fantasi melalui tokoh protagonis Kim. Sebagai penghubung antara kenyataan keseharian seorang remaja dan masalah yang dimiliki oleh keluarganya serta dunia lain berikut makhluk penghuninya. Antara logika ilmu kedokteran yang merupakan penyelamat dan harapan kesembuhan akan seorang pasien dan dunia lain yang  tanpa diketahui telah melatarbelakangi mengapa musibah ini terjadi.
Figur-figur dengan keunikan karakter yang diciptakannya telah membuat cerita ini hidup, menarik. Hal ini pun diperkuat dengan gambaran keberadaan keadaan sekitar yang diceritakan dengan detil, memicu daya imajinasi dan juga membuat terlarut dalam cerita.

Lilawati Kurnia dalam mengalihbahasakan cerita ini ke dalam bahasa Indonesia telah berhasil menyampaikan lika-liku, keseteruan isi cerita. Istilah-istilah, situasi dan latar belakang perbedaan budaya dalam cerita berbahasa Jerman yang tidak begitu mudah dimengerti, dapat ditransfer olehnya ke dalam bahasa Indonesia, dimengerti oleh para pembaca dan memicu rasa penasaran  untuk mengetahui akhir cerita …

(Red, 2023)

 

Tentang Penulis Buku

Wolfgang Hohlbein lahir pada tanggal 15 Agustus 1953 di Weimar, Bezirk Erfurt. Pada tahun 1971 ia bertemu dengan istrinya Heike Hohlbein bersama mereka membesarkan 6 orang anak. Märchenmond (judul asli), atau ‘Dongeng Negeri Bulan’ adalah buah karya mereka di tahun 1982, merupakan Best Seller International & telah memenangkan berbagai penghargaan kategori sastra remaja. Telah dialihbahasakan ke banyak bahasa dan diterbitkan di banyak negara.

Judul Buku: Dongeng Negeri Bulan (Judul asli -Märchenmond)

Penulis : Wolfgang & Heike Hohlbein
Alih Bahasa : Lilawati Kurnia

Tahun Terbit : 2011
Penerbit : Feliz Books – Jakarta
Jenis Cover : Softcover
Jenis Kertas : Book Paper
Berat : 350g
Halaman : 436
Dimensi : 13,5 x 20 cm
ISBN : 978-602-96135-1-3