Sejarah Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Yayasan Pustaka Obor Indonesia merupakan lembaga yang aktif di bidang kebudayaan dan pengembangan intelektual melalui penerbitan buku-buku bermutu. Tujuan utamanya adalah menerbitkan buku-buku dari berbagai bahasa ke bahasa Indonesia.

Kajian utamanya Yayasan Pustaka Obor Indonesia adalah buku-buku tentang kemanusiaan dan hak asasi manusia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia dibentuk sebagai badan hukum pada tahun 1978.

UNESCO pada tahun 1973 mengeluarkan laporan yang mengejutkan, bahwa pada tahun 1973 terjadi adanya fenomena ‘Lapar Buku’ di Indonesia. Dikarenakan fenomena ini, maka pada tahun tersebut Obor memulai aktivitasnya sekitar dua puluh lima tahun yang lalu dengan membantu penerbit lokal agar  menghasilkan buku-buku berbahasa Indonesia mengenai masalah-masalah penting dalam masyarakat, termasuk kewarganegaraan, keluarga berencana, lingkungan, dan etika pelayanan publik.

Selain itu juga Yayasan Pustaka Obor Indonesia juga menerjemahkan buku-buku terpilih, disertai dengan kata pengantar untuk memunculkan wacana intelektual orang Indonesia. Kegiatan ini juga ditujukan untuk pengantar dan pengenal bidang ilmu tertentu untuk digunakan di kalangan perguruan tinggi.

Kepentingan pembaca adalah landasan utama program penerbitan buku-buku yang bermutu di Obor. Buku-buku yang diterbitkan dijual dengan harga subsidi agar terjangkau oleh para mahasiswa  dan juga pembaca non mahasiswa.

Obor juga menjalankan peran pelayanan dengan cara membantu lembaga-lembaga tertentu menerbitkan hasil penelitian mereka dalam bentuk buku.

Selama ini Yayasan Pustaka Obor Indonesia telah bekerjasama dengan:

  • Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV), Leiden
  • the Agricultural Development Council
  • the Research School of Pacific Studies of the Australian national University
  • The Kyoto Center for Southeast Asian Studies
  • the Population Council
  • the Worldwide Fund for Nature
  • the Worldwatch Institute
  • World Resources Institute
  • University of Indonesia
  • University of Atmajaya
  • University of Surabaya
  • Manassa
  • Yayasan Asosiasi Tradisi Lisan (Oral Tradition Foundation)
  • Konphalindo
  • WALHI
  • INFID
  • Pusat Perbukuan
  • Pusat Bahasa
  • Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  • LIPI (The Indonesian Institute of Science)
  • Yayasan 25 Januari
  • PT.  Dyno Mugi Indonesia
  • PT.  Astra International Inc.
  • Friedrich Naumann Stiftung
  • Institute for Scientific Cooperation
  • Tubingen
  • International Union for the conservation of Nature (IUCN)
  • Australian-Indonesian Institute
  • UNDP
  • CETRO
  • Yayasan Adikarya IKAPI
  • World Neighbour
  • Conservation International Indonesia Program
  • International Development Research Center
  • United Board for Christian Higher Education
  • Latrobe University
  • the Asia Foundntion
  • the Ford Foundation
  • the Toyota Foundation
  • the Japan Foundation
  • the International House of Japan
  • Canadian International Development Agency
  • USAID
  • USIS
  • EFEO
  • Volkwagen Foundation
  • German International Aid
  • European Cultural Foundation
  • NOVIB
  • UNESCO
  • FAO
  • Obor Inc.
  • The Intemational Book Institute, yang sekarang berdomisili di Philadelphia
  • dan juga bekerja sama dengan masih banyak lagi organisasi-organisasi di seluruh dunia.